Senin, 07 Maret 2016

Logo Pribadi (Tugas IMK)

Berikut logo pribadi sebagai tugas mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer:

Nama                          : Dito Aldi Soekarno Putra

Prodi/Angkatan          : Teknik Informatika/2015 (B)


Folosofi Logo            : Bentuk tanda panah melambangkan disiplin dan meningkatnya kualitas dalam setiap aspek kehidupan pribadi. Tanda panah yang mengarah ke kiri atas melambangkan harapan akan terwujudnya filosofi yang terkandung pada tanda panah tersebut dan berpegang teguh pada pandangan sosialis. Warna hitam melambangkan kekuatan, disiplin dan kemauan keras untuk mewujudkan harapan yang ada pada filosofi tanda panah tsb. Logo membentuk huruf “DA” yang menginisialkan nama saya yaitu “Dito Aldi” serta tercantum nama saya untuk mempertegas inisialisasi tersebut.

Minggu, 17 Januari 2016

MintBox Mini: Mini PCnya Mint



Pernah denger soal mini PC? yep, kompi cilik yang ukurannya bisa dikantongin lagi ngetren sekarang. Sampe-sampe ada yang ukurannya segede kecoa madagaskar yang dicolok ke HDMI.
Salah satu distro ternama yaitu Linux Mint tahun lalu (ini berita kok tahun lalu) meluncurkan sebuah mini PC yang dinamakan MintBox Mini yang merupakan versi upgrade dari MintBox 2 yang ukurannya lebih besar.
Seperti namanya, MintBox Mini bentuknya bener-bener kotak, gak kayak pendahulunya yang rada bulet-bulet item gitu dengan warna yang berbeda pula yaitu hijau muda, sesuai warna khas distronya.

perbandingan MintBox Mini dengan mouse
sumber gambar
Lalu apa aja sih yang ada di MintBox Mini ini? yang udah jelas adalah ukuran. Ukuran MintBox Mini 5 kali lebih kecil dari MintBox 2 dengan ketebalan hanya 1 inci, beneran bisa dikantongin.
Lalu katanya sih, MintBox Mini ini diklaim lebih powerful dari pendahulunya.
MintBox Mini juga terisi dengan Linux Mint 17.2 Rafaela yang merupakan versi LTS hingga 2019, dan desktop Cinnamon.
Seperti apa spesifikasinya? Mari kita lihat:


  • AMD A4-6400T processor
  • Radeon R3 graphics processor
  • 4 GB RAM
  • 64 GB SSD
  • 2 USB 3.0 ports, 3 USB 2.0 ports
  • 2 HDMI out ports
  • 802.11 b/g/n Wifi
  • Gigabit Ethernet
  • MicroSD reader
  • Input/output jacks for headphones and microphones
Seperti halnya PC yang lain, butuh monitor dengan HDMI, keyboard, mouse dan periperal lain untuk menggunakannya.
Untuk harga, dipatok sebesar $295 (dipasar AS). Gak tau deh dijual disini apa nggak, yang pasti kalo mau gali gali ebay pasti ada (dan tentunya harus ngeluarin dana untuk shipping dan pajak pajaknya)

Jumat, 13 November 2015

PERBEDAAN LAYANAN TRANSFER LLG DAN RTGS PADA INTERNET BANKING

ABSTRAK
Bank adalah suatu layanan yang berhubungan dengan pengaturan dan penympanan harta berupa uang. Fungsi awal bank adalah sebagai lokasi penyimpan uang yang dapat dipercaya oleh para nasabahnya. Namun di zaman ini, bank tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan uang lalu menagmbilnya kembali saat dibutuhkan. Dengan perkembangan teknologi dan pola pikir manusia, fungsi bank menjadi lebih banyak seperti sebagai peminjam dana, pemutar uang, penyedia layanan kredit, dan lain lain.
kata kunci: bank, internet, transfer, LLG, kliring, RTGS, perbankan.
A. Pendahuluan
1. Latar belakang
Perkembangan teknologi yang pesat disegala bidang telah mengubah pola hidup manusia. Termasuk dibidang keuangan dan perbankan. Dulu, kebanyakan orang akan menyimpan uang dibawah kasur karena tidak ada bedanya dengan bank yang hanya berfungsi untuk menyimpan uang lalu mengambilnya kembali saat diperlukan. Bahkan bank akan memungut biaya administrasi. Namun, perkembangan teknologi telah membawa dunia perbankan kedalam modernisasi yang dengan fitur, kecepatan, dan kemudahan akses yang kian bertambah. Munculnya Auto Teller Machine adalah salah satu bukti kecanggihan teknologi dalam dunia perbankan. Dulu mungkin nasabah harus pergi ke kantor cabang untuk mengambil uang dari rekening tabungannya. Namun kini nasabah hanya perlu mencari mesin kotak berkomputer dengan fungsi sama dengan teller pada kantor cabang bank tempat ia menabung. Penggunaannyapun mudah, dengan kartu yang sudah disediakan oleh pihak bank, nasabah hanya perlu memasukkan kartu tersebut dan menginput kata kunci yang sudah ditetapkan saat nasabah membuat akun rekening pada bank tersebut. Selanjutnya nasabah hanya perlu menkan tombol sesuai nominal yang ingin ditarik lalu keluarlah sejumlah uang senilai nomoinal yang telah dipilih sebelumnya.
Fitur canggih yang terdapat pada ATM bukanlah hanya penarikan saldo. Fitur lain seperti pengecekan saldo, tranfer uang antar rekening satu bank atau antar bank, bahkan kini ATM menyediakan fitur-fitur yang sangat membantu dalam hal kemudahan akses seperti pembayaran tagihan listrik, air, telepon, mengisi pulsa telepon seluler, transaksi pembayaran saat melakukan kegiatan jual-beli online, bahkan membayar uang kuliah dan uang pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Seperti yang disebutkan diatas, transfer dana atau pengiriman sejumlah uang sesuai nominal yang ditentukan ke rekening satu bank atau rekening lain di bank yangberbeda adalah layanan wajib untuk seluruh ATM bank manapun. Dana yang diambil dari proses transfer adalah dana dari rekening pengirim dengan batasan nominal tertentu. Namun, sekali lagi karena pesatnya perkembangan teknologi, kini proses transfer dana tidak hanya dapat dilakukan di ATM. Kini transfer dana dapat dilakukan melalui internet lebih tepatnya dengan layanan internet banking yang disediakan beberapa bank. Dengan layanan ini, melakukan aktifitas transfer dana bisa dilakukan sembari berbaring di tempat tidur dengan laptop atau ponsel pintar menghadap wajah.
Dalam proses transfer dana melalui internet banking, ada 2 pilihan layanan yang menjadi option bagi para nasabah. Yaitu LLG atau Lalu Lintas Giro, dan RTGS atau Real Time Gross Settlemen. Apa perbedaan kedua layanan tersebut? Selanjutnya akan dibahas dibawah ini.
B. Pengertian
1. Pengertian LLG
LLG atau Lalu Lintas Giro, adalah proses pengiriman dana dengan mengandalan fasilitas kliring. Kliring sendiri sebenanrya berasal dari istilah asing, yakni kata dalam bahasa Inggris yang berbunyi Clearing.
Kliring menurut Wikipedia adalah suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian transaksi perdagangan yang membutuhkan perlengkapan aset transaksi. Hal yang paling mudah dipahami dalam kliring adalah kesepakatan antar lembaga keuangan mengenai hutang piutang dalam suatu transaksi keuangan. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, untuk memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya. Yang termasuk dalam proses kliring antara lain pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan. Artinya, proses ini akan memeriksa terlebih dahulu cukup tidaknya saldo nasabah untuk melakukan transfer dana.
Secara umum kliring melibatkan lembaga keuangan yang memiliki permodalan yang kuat yang dikenal dengan sebutan Mitra Pengimbang Sentral (MPS) atau dalam istilah asingnya dikenal dengan central counterparty. MPS ini menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli. Dalam hal terjadinya kegagalan penyelesaian atas suatu transaksi maka pelaku pasar menanggung suatu risiko kredit yang distandarisasi dari MPS .
Di Amerika Serikat, kliring antar bank dapat terlaksana melalui Automated Clearing House (ACH), dimana aturan dan regulasinya diatur oleh NACHA – The Electronic Payments Association,yang sebelumnya bernama National Automated Clearing House Association, serta Federal Reserve. Jaringan ACH ini akan bertindak selaku pusat fasilitas kliring untuk semua transaksi transfer dana secara elektronik. Kliring antar bank atas cek dilaksanakan oleh bank koresponden dan Federal Reserve. Di Indonesia, kliring antar bank atas transfer dana secara elektronik dan cek dilakukan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI). Sedangkan proses kliring atas transaksi efek dilaksanakan oleh PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI dan proses kliring atas transaksi kontrak berjangka dilaksanakan oleh PT. Kliring Berjangka Indonesia atau KBI.


Kekurangan dari Lalu Lintas Giro yang mengandalkan proses kliring adalah memakan waktu yang cukup lama, hingga 2-3 hari kerja. Jadi jika nasabah melakukan transfer pada hari sabtu, maka dana akan sampai pada hari rabu (jika beriorientasi pada Indonesia yang menetapkan hari minggu sebagai hari libur)
Mengapa proses kliring memaan waktu yang lama?. Proses tersebut sebagai berikut:
  1. Nasabah mengisi form pengiriman dana dengan metode kliring pada bank dimana ia memiliki rekening misalnya bank A. Dalam form tersebut, dicantumkan pula bank lain yang dituju termasuk nomor rekening dan nama pemiliknya, misalnya bank B.
  2. Bank A kemudian memproses data administratif tersebut, mengurangi saldo rekening pengirim dan mengajukan permintaan kliring ke bank B pada Bank Indonesia sebagai bank sentral pengatur kliring.
  3. Bank Indonesia kemudian memproses data tersebut dan “memerintahkan” bank B menambahkan saldo kepada nomer rekening yang dituju.
  4. Saldo rekening nasabah yang dituju di bank B akan bertambah.


2. Pengertian RTGS
RTGS atau Real Time Gross Settlemen adalah proses transfer bank yang dilakukan secara real time atau dilakukan saat itu juga. Artinya, sesaat setelah pengirim menekan tombol untuk mengkonfirmasi permintaan proses transfer oleh ATM, proses transfer dana pun dilakukan.
Namun, walaupun menggunakan istilah real time, dana tida langsung sampai pada nasabah penerima pada detik itu juga. Proses memang dimulai sesaat setelah pengirim mengkonfirmasi permintaannya, namun proses pengiriman dana memakan waktu sekitar 3 jam. Pada saat pengirim melakukan transfer dana pada akhir bulan juga akan tertahan 1 hari kerja karena adanya prosedur tutup buku yang dilakukan pihak bank.
3. Aspek yang dapat dibandingkan
Selain waktu proses dimana LLG akan memakan waktu lebih lama dibandingkan RTGS, hal lain yang dapat dibandingkan adalah aspek biaya atau pajak yang dipungut per-transaksi (biasanya saat melakukan transfer dana antar bank). Lalu Lintas Giro, memungut biaya pajak yang lebih sedikit dibandingkan Real Time Gross Settlement.
Jika dibuatkan tabel untuk membandingkan biaya pajak dari kedua layanan, maka akan dihasilkan tabel sebagai berikut
Item
Kliring (LLG)
RTGS
Eksekutor
BI
BI
Settlement
(penyelesaian akhir)
Jam 10, 12, 14, 16, secara bersamaan,
Hari kerja
Setiap saat,
Hari kerja
Sarana / prasarana
Kantor cabang,
Mobile banking,
internet banking,
Kantor cabang,
Mobile banking,
Internet banking
Biaya (Rp)
5000 -15.000
25.000 - 50.000


Bila dilihat dari tabel diatas, biaya pajak untuk melakukan proses transfer dana dengan menggunakan metode RTGS lebih mahal dari LLG.


C. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam mempertimbangkan kedua metode tersebut dalam penggunaan transfer dana menggunakan internet banking, perlu diperhatikan kesesuaian dengan kebutuhan. Jika nominal yang ditransfer cukup banyak (misalnya lebih dari Rp. 100.000.000) dan perlu waktu yang cepat, maka dianjurkan menggunakan RTGS. Namun jika nominal yang ditransfer tidak terlalu banyak (misal dibawah Rp. 1.000.000) maka dianjurkan menggunakan LLG


D. Saran
Saran penulis, dalam melakukan transfer melalui internet banking dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian dalam mempertimbangkan layanan yang akan digunakan agar tida mengalami kerugian yang akan disesali kemudian.
Jurnal ini masih jauh dari kata sempurna, makadari itu penulis menerima saran dan kritik mengenai jurnal ini.

E. Daftar Pustaka

  • http://windusaputra.com/perbedaan-dan-pengertian-llg-dan-rtgs/
  • http://adabisnis.com/perbedaan-transfer-antar-bank-llg-dan-rtgs/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Giro
  • http://ridwanaz.com/umum/pengertian-kliring-bank-proses-kliring/
  • http://tabunganbank.blogspot.co.id/2014/12/perbedaan-biaya-transfer-realtime-rtgs-kliring-llg.html

Minggu, 27 September 2015

Wajah Linux Kini

ABSTRAK
Komputer, merupakan suatu alat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Agar komputer dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan sistem operasi. Sistem operasi sendiri adalah suatu perangkat lunak yang mengelola seluruh sumber daya didalam komputer dan dikontrol oleh user. Untuk mengontrol sistem operasi, user dimudahkan dengan fasilitas yang disediakan oleh pengembang sistem operasi tersebut. Salah satu fasilitas yang berperan besar pada kemudahan dalam mengontrol sistem operasi adalah user interface atau tampilan yang nampak pada layar monitor agar pengguna tahu keadaan real time pada komputer yang sedang digunakannya.
Kata kunci : User Interface, Linux, Tampilan, Komputer, Desktop


A.    PENDAHULUAN

Tampilan atau user interface memang merupakan salah satu aspek penting. Karena tampilan akan mempengaruhi daya manipulasi pengguna. Semakin komunikatif tampilan tersebut, maka semakin mudah untuk digunakan. Pada tahun 1973, tampilan GUI atau Graphical User Interface diaplikasikan untuk pertama kalinya pada komputer Alto keluaran Xerox. Munculnya GUI merupakan terobosan besar pada dunia teknologi komputer. GUI sangatlah mempermudah pengguna untuk mengoperasikan komputer yang awalnya bertampilan CUI (Character User Interface) atau CLI (Command Line Interface) dan pengguna harus menghafal dan mengetikkan perintah-perintah tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan yang pastinya membuat pengoprasian komputer menjadi hal yang tidak umum. Pengguna komputer hanya sebatas orang-orang yang pernah mempelajari pengoperasian komputer secara intensif. GUI hadir sebagai solusi untuk membuat komputer menjadi hal yang lumrah dan dapat dioperasikan oleh semua orang bahkan anak-anak. Berbagai sistem operasi memiliki tampilannya masing-masing yang disesuaikan dengan target penggunaannya. Misalnya untuk penggunaan standar seperti menjelajah internet dan melakukan pengolahan data, tampilan dibuat sederhana dengan kemudahan dalam mengakses aplikasi yang dibutuhkan.

B.    PEMBAHASAN

a.     Latar belakang

 Kini, user interface telah berkembang dengan pesat. Tuntutan pengguna yang menginginkan tampilan yang indah dipandang dan mudah digunakan membuat user interface selalu berkembang bahkan setiap tahunnya. Inovasi dalam hal tampilan terus bermunculan dari berbagai platform. Tren dari tahun ke tahun terus berubah dan terkesan seperti

muncul “era baru” dalam dunia komputerisasi. Mulai dari tampilan yang mengusung desain 3D yang populer beberapa tahun lalu, hingga desain flat yang sedang populer saat ini. Ikon, jendela, tombol hingga statusbar pun berubah sesuai tren tersebut. Beragam vendor sistem operasi kini menjadikan user interface sebagai ajang persaingan untuk menarik hati pengguna karena memang saat ini tampilan merupakan salah satu aspek terbesar yang menjadi tolak ukur dalam memilih sistem operasi.
Seperti halnya sitem operasi lain, Linux pun mengalami perkembangan dalam hal tampilan. Dengan lisensi opensource yang diterapkannya, Linux tidak seperti sistem operasi komersil yang meiliki tim pengembang khusus, melainkan memiliki banyak pengembang di seluruh dunia. Lisensi opensource yang membiarkan konten suatu produk dapat diubah dan dikembangkan oleh  siapapun membuat Linux menjadi salah satu sistem operasi terfavorit. Mengembangkan tampilan atau user interface merupakan salah satu hal yang paling digemari para pengembang Linux. Ibarat tidak mau kalah, Linux pun turut mengikuti tren dan semakin dilirik oleh pengguna awam (non-pengembang) yang menginginkan sistem operasi dengan tampilan cantik, segar dan sedap dipandang mata.

b.    Perkembangan GUI Pada Linux
Seiring berjalannya waktu, GUI yang awalnya dicetuskan oleh Xerox mulai diaplikasikan pada platform lain seperti Apple dengan LISA yang kemudian dikembangkan menjadi Machintosh, VisiCorp dengan Visi On yang ditujukan untuk komputer keluaran IBM dan Microsoft dengan Windows-nya.
Linux yang sudah eksis sejak awal era komputerisasi modern pun mendapatkan adaptasi GUI pada tahun 1984 dengan desktop yang bernama X Window System dengan versi awal yaitu versi X1. Pada tahun 1985, X9 muncul sebagai versi terbaru dari X Window System kemudian X11 keluar sebagai versi terakhir di tahun 1987.
Gambar b.1. X Window System (wikipedia)
 X Windows System awalnya adalah satu-satunya desktop Linux berbasis GUI, namun pada tahun 1995, Matthias Ettrich, seorang mahasiswa Universitas Eberhard Karls menciptakan desktop berbasis GUI untuk Linux yang ia namakan K Desktop Environtment atau KDE. 
Gambar b.2. Tampilan KDE (wikipedia)
Nama KDE sendiri merupakan sebuah “pelesetan” dari desktop yang telah ada yaitu CDE yang dikembangkan bersama oleh IBM, HP, dan Sun melalui X/Open Company (sebuah konsorsium yang dicetuskan oleh beberapa vendor Unix Eropa pada tahun 1984 untuk mempromosikan standar terbuka pada teknologi informasi).
Setelah KDE “mengepalai” ramainya user interface pada Linux, muncullah berbagai desktop entvirontment baru dengan user interface yang berbeda pula. Pada tahun 1999, sebuah desktop environtment baru lahir sebagai bagian dari proyek GNU, yaitu GNOME atau GNU Network Object Model

Environtment. Proyek GNOME awalnya direncanakan untuk mendistribusikan  kerangka objek yang mirip dengan Microsoft’s OLE. Namun kini akronim tersebut sudah tidak digunakan karena sudah tidak sesuai dengan visi GNOME
Di masa transisi ke era milenium, desktop seperti GNOME dan KDE memiliki banyak pengguna dan menjadi default desktop bagi distro-distro Linux yang sudah ada. Seperti GNOME yang menjadi default desktop untuk distro Ubuntu. Hingga kini, desktop-desktop tersebut sudah berkembang jauh dari versi awalnya baik dalam hal grafis, gestur, fasilitas dll. Seiring berkembangnya tren, ada banyak desktop linux bermunculan yang keragamannya difokuskan sesuai kebutuhan pengguna yang beragam. Mulai dari yang ciamik dengan banyak efek dan gestur, hingga yang sederhana dan ringan. Satu Linux, banyak desktop. Pengguna dapat memilih desktop environtment manapun yang cocok untuk diinstal pada Linux yang mereka gunakan. Misalnya, apabila pada sebuah komputer terinstal Ubuntu Linux yang membawa Unity sebagai default, maka pengguna dapat mengganti Unity dengan desktop environtment lain apabila tidak nyaman dengan desktop default tersebut.
Salah satu desain UI yang kini menjadi tren untuk desktop environtment pada Linux adalah desain flat UI yang mengusung tampilan yang minimalis, dengan gradasi warna yang tajam, tanpa tekstur dan gradien.
Desain yang sederhana ini pertama kali diaplikasikan pada situs-situs web di internet. Desain yang seperti ini memang sedap dipandang mata dengan warna-warna yang cerah dan tidak membuat mata lelah melihatnya. Sekarang desain flat tidak digunakan sebatas untuk situs web saja, bahkan desain ringkas ini sudah mulai menjadi tren untuk user interface pada sistem operasi. Microsoft mulai menggunakan desain ini pada Windows 8, Apple pun sudah menggunakan desain ini sejak tahun 2014 kemarin pada OS X Yosemite (versi 10.10).
Linux sebagai sistem operasi yang “hidup” perkembangannya pun mulai menggunakan  desain flat dan meninggalkan desain 3D yang repot pada bagian bayangan, tekstur dll. Contoh desktop environtment yang sudah menerapkan konsep flat UI adalah Android (versi 4.4 keatas), Atom (OzonOS), KDE Plasma dan Budgie (kloning desktop ChromiumOS). Sampai sekitar akhir 2011, Android mungkin bisa dinobatkan sebagai  sistm operasi berbasis Linux dengan user interrface paling ramah dan mudah digunakan walaupun penggunaannya dikhususkan untuk ponsel pintar. Namun setelah kemudahan pengoprasian semakin berperan besar dalam menentukan tolak ukur peforma suatu sistem operasi, Linux dengan penggunaan desktop terus mengembangkan diri dalam aspek tersebut.
Dalam hal menerapkan tren tampilan pada desktop yang secara default menggunakan konsep khas yang sama dengan versi-versi sebelumnya (seperti Unity, LXDE, Pantheon dll), Linux lebih fleksibel karena berbagai macam desktop environtment dapat dimodifikasi dengan sangat mudah dengan menggunakan satu software khusus yang disediakan untuk memodifikasi desktop environtment yang digunakan yang disebut desktop tweak.
Sekali lagi berkat lisensi yang memberi kebebasan seluruh pengguna Linux untuk memodifikasi dan mengembangkannya, terciptalah banyak tema atau konsep tampilan meliputi ikon, tampilan jendela, dll yang dibuat oleh banyak pengembang diseluruh dunia. Tema-tema yang sudah dibuat kemudian diunggah ke internet dan dapat diunduh lalu diaplikasikan oleh semua pengguna Linux baik secara cuma-cuma atau berbayar. Hal yang paling menarik dalam desktop tweaking adalah, pengguna dapat bebas menentukan konsep tampilan apa yang akan diterapkan. Dari mulai flat UI yang sedang menjadi tren saat ini, desain 3D yang ciamik saat Windows XP berada di era kejayaan, sampai tampilan klasik yang umum dijumpai pada awal abad 21.
Gambar b.3. Hasil penerapan Desktop Tweak pada Ubuntu Linux
Pesatnya perkembangan Linux, dapat dilihat dari munculnya berbagai distro baru dengan membawa desktop environtment original-nya masing-masing. Tentu saja mengikuti tren, beberapa tahun terakhir muncul distro dengan tampilan desktop yang ciamik dan kekinian. Seperti OzonOS dan evolveOS yang sudah menerapkan konsep flat UI secara default tanpa harus melakukan tweaking. Pengguna pun semakin dimudahkan untuk mendapatkan sistem operasi dengan tampilan yang elegan, kekinian dan sedap dipandang mata.

C.    KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Linux bukanlah sistem operasi yang kaku seperti dulu. Perkembangannya yang pesat telah membentuk “wajah baru” bagi Linux yang awalnya terkesan hanya dibuat untuk orang yang mengerti ilmu komputer dan membuat Linux menjadi sistem operasi yang umum dan dapat digunakan, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh siapapun bahkan secara bersama dan secara langsung membentuk komunitas.
Linux akan terus berkembang sebagai sistem operasi yang mampu mencukupi kebutuhan pengguna dari berbagai bidang mulai dari pengolahan data, kebutuhan server, hiburan, sampai pendidikan dan bidang-bidang lainnya.


D.    DAFTAR PUSTAKA
·         https://id.wikipedia.org/wiki/Object_Linking_and_Embedding